Pengaruh Sarapan Pagi terhadap Kualitas Belajar Siswa di SMPN 5 Kepahiang

 


Makalah Ilmiah


PENGARUH SARAPAN PAGI TERHADAP KUALITAS BELAJAR SISWA DISEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI

Disusun oleh

Julianto, S.Pd , M.Pd

Email : misterjoelianto@yahoo.com  


BAB 1

PENDAHULUAN.

1. Latar Belakang



Sarapan pagi merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan bagi setiap orang, terutama para pelajar yang harus melakukan banyak kegiatan belajar disekolah. Untuk melakukan aktivitas , tubuh membutuhkan energy. Energi tersebut didapatkan dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari hari dan kita juga perlu mengembalikan energi sesudah melakukan aktivitas, misalnya dengan makan, minum dan beristirahat. Alasan peneliti mengambil tema tentang pengaruh sarapan pagi terhadap kualitas siswa adalah : 

1. Sarapan pagi menyediakan energi untuk memulai hari. Setelah tidur malam, tubuh kita membutuhkan energi untuk memulai aktivitas sehari-hari. Energi tersebut dapat diperoleh dari makanan yang kita konsumsi saat sarapan.

2. Sarapan pagi meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Saat kita tidak sarapan, kadar gula darah dalam tubuh akan menurun. Hal ini dapat menyebabkan kita merasa lelah, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi. Sarapan pagi yang sehat dapat membantu meningkatkan kadar gula darah dan memperbaiki konsentrasi dan daya ingat.

3. Sarapan pagi menjaga kesehatan pencernaan. Sarapan pagi dapat membantu mengaktifkan sistem pencernaan setelah tidur malam. Hal ini dapat membantu mencegah berbagai masalah pencernaan, seperti sembelit dan gastritis.

4. Sarapan pagi meningkatkan metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh adalah proses pembakaran makanan untuk menghasilkan energi. Sarapan pagi dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga kita dapat membakar lebih banyak kalori sepanjang hari.

5. Sarapan pagi membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Sarapan pagi yang sehat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak-anak dan remaja. Sarapan pagi yang sehat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak dan remaja untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dikutip dari ahli Gizi UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., M.P.H., RD., menjelaskan sarapan masih belum menjadi kebiasaan di Indonesia, khususnya di kalangan anak-anak. “Hampir separuh anak-anak di Indonesia belum menjadikan sarapan sebagai suatu kebiasaan dengan berbagai alasan seperti keburu berangkat sekolah atau tidak sempat menyiapkan sarapan karena ibunya keburu berangkat kerja,” tuturnya, Sabtu (19/2).

Data Survei Diet Total (SDT) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI tahun 2020 menunjukkan dari 25.000 anak usia 6-12 tahun di 34 provinsi terdapat  47,7 persen anak belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan. Bahkan, 66,8 persen anak sarapan dengan kualitas gizi rendah atau belum terpenuhi kebutuhan gizinya terutama asupan vitamin dan mineral.

Ia menjelaskan anak usia sekolah membutuhkan 1.550 kalori per hari mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta mineral. Sementara itu, kebutuhan kalori saat sarapan tidaklah besar sekitar 300 kalori. Namun, sebagian besar anak Indonesia gagal memenuhi kebutuhan kalori saat sarapan karena asupan gizi yang tidak seimbang.

Apabila kebutuhan kalori saat sarapan tidak terpenuhi akan berdampak pada fungsi otak  dalam memori pelajaran di sekolah. Anak yang tidak memiliki kebiasaan sarapan akan kurang bisa berkonsentrasi saat belajar arena otaknya tidak mendapatkan cukup energi. Selain itu, memengaruhi pertumbuhan dan status gizi anak.

Oleh sebab itu, Mirza menekankan edukasi sarapan menjadi penting. Penyediaan sarapan bagi anak dilakukan dengan menganut gizi seimbang. “Pilih yang mudah disiapkan, namun tetap memenuhi prinsip gizi seimbang. Contoh menu sederhana seperti nasi atau roti ditambah telor, buah dan susu ini sudah cukup memenuhi kebutuhan kalori,” terangnya.

Dari penjelasan diatas, betapa pentingnya sarapan pagi bagi pelajar, oleh karena itu penyusun tertarik untuk menyusun sebuah penelitian tentang pengaruh sarapan pagi terhadap kualitas belajar siswa disekolah.




1.1 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan sarapan pagi?

2. Bagaimana pentingnya sarapan pagi bagi siswa?

3. Apa yang membuat siswa tidak sarapan pagi?

4. Apakah siswa SMPN 5 Kepahiang melakukan sarapan sebelum berangkat kesekolah?

5. Kandungan gizi apa saja yang dibutuhkan siswa agar mampu melaksanakan kegiatan disekolah?

6. Apa peran dan strategi guru terhadap siswa agar mereka selalu sarapan pagi?



1.2 Tujuan.


1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan sarapan pagi

2. Menjelaskan bagaimana pentingnya sarapan pagi bagi siswa

3. Menjelaskan apa yang membuat siswa tidak sarapan pagi

4. Menjelaskan apakah siswa SMPN 5 Kepahiang melakukan sarapan sebelum berangkat kesekolah?

5. Menjelaskan kandungan gizi apa saja yang dibutuhkan siswa agar mampu melaksanakan kegiatan disekolah

6. Menjelaskan peran dan strategi guru terhadap siswa agar mereka selalu sarapan pagi


BAB II

LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian Sarapan Pagi

 

  Sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi sampai jam 9 untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian (15-30% kebutuhan gizi) dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Sebaliknya, sarapan membekali tubuh dengan zat gizi yang diperlukan untuk berpikir, bekerja, dan melakukan aktivitas fisik secara optimal setelah bangun pagi.Bagi anak sekolah, sarapan yang cukup terbukti dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina. 


           Membiasakan sarapan juga berarti membiasakan disiplin bangun pagi dan beraktifitas pagi dan tercegah dari makan berlebihan dikala makan kudapan atau makan siang. Karena itu sarapan merupakan salah satu perilaku penting dalam mewujudkan gizi seimbang.Pekan Sarapan nasional (PESAN) yang diperingati setiap tanggal 14-20 Februari diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum berkala setiap tahun untuk selalu mengingatkan dan mendorong masyarakat agar melakukan sarapan yang sehat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Gizi Seimbang.


            Sarapan sehat setiap pagi dapat diwujudkan dengan bangun pagi, mempersiapkan dan mengonsumsi makanan dan minuman pagi sebelum melakukan aktifitas harian. Sarapan yang baik terdiri dari pangan karbohidrat,  pangan lauk-pauk, sayuran atau buah-buahan dan minuman. Bagi orang yang tidak biasa makan kudapan pagi dan kudapan siang, porsi makanan saat sarapan sekitar sepertiga dari total makanan sehari. Bagi orang yang biasa makan kudapan pagi dan makanan kudapan siang, jumlah porsi makanan sarapan sebaiknya seperempat dari makanan harian.

2.2 Manfaat sarapan pagi


2.2.1 Memberi Nutrisi yang Dibutuhkan Tubuh


Jika terlalu sering melewatkan sarapan, vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh tidak akan terpenuhi dengan baik. Jadi begini, ketika seseorang terbiasa sarapan, mereka cenderung memiliki pola makan sehat secara keseluruhan. Nah, jika hal tersebut rutin dilakukan setiap hari, sarapan dapat memberikan asupan nutrisi yang cukup untuk tubuh. Berkaitan dengan hal tersebut, sebaiknya kamu memang tidak mengonsumsi kudapan yang berat di pagi hari. Untuk memperoleh manfaat sarapan, sebaiknya kamu mengonsumsi sereal gandum utuh, buah-buahan, sayuran, daging tanpa lemak, telur rebus, ayam, susu rendah lemak atau keju. Jangan lupa untuk mengkombinasikan kudapanmu dengan karbohidrat kompleks, protein, serat, serta sedikit lemak, agar kamu merasa kenyang lebih lama.


2.2.2 Melindungi Tubuh dari Serangan Penyakit

Seseorang yang terbiasa melewatkan sarapan akan memiliki kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam tubuh, daripada mereka yang mengonsumsi seporsi sereal gandum utuh atau biji-bijian dengan campuran susu. Mengapa? Pasalnya, serat pada makanan tersebut bertugas untuk mengikat kolesterol jahat agar cepat dibuang ke luar tubuh sebelum mencapai arteri. Asupan serat tinggi saat sarapan baik dikonsumsi karena dipercaya dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung. Selain itu, saparan mampu menyeimbangkan kadar gula darah dan mencegah resistensi insulin. Dengan kata lain, rutin sarapan akan menjauhkanmu dari penyakit berbahaya, seperti diabetes.


2.2.3 Meningkatkan Kemampuan Kognitif Otak

Meningkatkan konsentrasi otak merupakan salah satu manfaat sarapan yang dapat dirasakan. Sarapan pagi merupakan asupan pertama setelah tubuh berpuasa semalaman. Saat sarapan, otak kembali mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, dalam bentuk glukosa dan glikogen. Kemudian, otak akan mendapatkan sinyal jika tubuh telah siap melakukan aktivitas hari ini. Jika kebutuhan glukosa tidak terpenuhi, kamu akan merasa sulit untuk berkonsentrasi, dan merasa cepat lelah. 


2.2.4 Menjaga dan Menurunkan Bobot Tubuh

Jangan melewatkan sarapan hanya karena takut berat badan bertambah, ya! Pasalnya, alih-alih menambah berat badan, sarapan justru akan menjaga berat badanmu agar tetap ideal. Logikanya, jika kamu sudah sarapan di pagi hari, saat menjelang siang, kamu tidak akan kalap untuk makan. Hal tersebut dipercaya dapat membantu program diet seseorang. Jika kamu ingin mendiskusikan mengenai sarapan pagi yang baik untuk tubuhmu atau ingin berdiskusi dengan dokter tentang manfaat sarapan, kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc. Jangan terlalu sering melewatkannya, karena begitu banyak manfaat sarapan yang dapat diambil guna menjaga kesehatan tubuh.

2.3 Pengertian siswa


Menurut Naqawi menyebutkan bahwa kata murid berasal dari bahasa Arab, yang artinya orang yang menginginkan (the willer). Menurut Nata, kata murid diartikan sebagai orang yang menghendaki untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kepribadian yang baik sebagai bekal hidupnya agar bahagia dunia dan akhirat dengan jalan belajar sungguh-sungguh. Disamping kata murid dijumpai istilah lain yang sering digunakan dalam bahasa arab, yaitu tilmidz yang berarti murid atau pelajar, jamaknya talamidz (dalam Aly, 2008). 

Arifin (2000) menyebut murid sebagai manusia didik yang sedang berada dalam proses perkembangan atau pertumbuhan menurut fitrah masing-masing yang memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titik optimal yakni kemampuan fitrahnya. Menurut Sarwono (2007) siswa merupakan orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran didunia pendidikan. Mengacu dari beberapa istilah siswa, siswa diartikan sebagai orang yang berada dalam taraf pendidikan, yang dalam beberapa literatur murid juga disebut sebagai anak didik. Sedangkan dalam Undang-undang Pendidikan No. 2 Tahun 1989, siswa disebut peserta didik. Dalam hal ini siswa dianggap sebagai seseorang peserta didik yang mana nilai kemanusiaan sebagai individu, makhluk sosial yang mempunyai identitas merah harus dikembangkan untuk mencapai tingkatan optimal (Muhaimin dkk, 2005).


2.4 Aktivitas belajar


Aktivitas belajar adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan sedemikian rupa agar menciptakan peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan gagasan. Martimis Yamin menjelaskan bahwa aktivitas belajar adalah suatu usaha siswa dalam proses pembelajaran untuk membangun pengetahuan dalam dirinya. Dalam proses pembelajaran terjadilah perubahan dan peningkatan mutu kemampuannya seperti berani bertanya, mengeluarkan pendapat, mendengarkan penjelasan guru dengan baik, dan mengerjakan tugas tepat waktu.

Aktivitas belajar merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar. Dengan kata lain, tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas, karena pada perinsipnya belajar adalah berbuat. Berbuat untuk mengubah tingkah laku yaitu melakukan kegiatan.


Ketika siswa belajar dengan aktif, berarti siswa yang mendominasi aktivitas pembelajaran, dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi, memecahkan persoalan, atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam persoalan yang ada dalam kehidupan nyata, dengan belajar aktif ini, siswa diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran tidak lanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik. Berdasarkan pendapat sebelumnya, dapat dikatakan bahwa aktivitas belajar siswa adalah kegiatan siswa yang lebih mendominasi aktivitas pembelajaran ketika proses pembelajaran berlangsung. Dengan ini mereka secara aktif selalu berusaha meningkatkan mutu kemampuannya, seperti berani bertanya, mengeluarkan pendapat, mendengarkan penjelasan guru dengan baik, dan mengerjakan tugas dengan tepat waktu

2.5 Manfaat Sarapan Pagi

Manfaat Sarapan Pagi Secara Mental. Secara mental, sarapan pagi dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

Meningkatkan suasana hati

Membantu mengurangi stres

Meningkatkan motivasi belajar

Meningkatkan performa akademik

Tips Menyajikan Sarapan Pagi yang Sehat Untuk mendapatkan manfaat sarapan pagi yang optimal, sebaiknya pilihlah menu sarapan yang sehat dan bergizi. Berikut adalah beberapa tips menyajikan sarapan pagi yang sehat:

Pastikan menu sarapan mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Hindari konsumsi makanan manis dan berlemak yang berlebihan.

Perbanyak konsumsi buah dan sayur.

Berikut adalah beberapa contoh menu sarapan pagi yang sehat:

Nasi uduk dengan telur orak-arik dan tempe

Roti gandum dengan selai kacang dan buah

Oatmeal dengan buah dan kacang-kacangan

Telur rebus dengan roti bakar

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis kualitatif.

3.2  Populasi

Populasi yang digunakan oleh peneliti yaitu siswa SMPN 5 Kepahiang. 

3.3. Sample 

Sampel yang digunakan adalah siswa kelas 8 berjumlah 22 orang.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

 Teknik pengumpulan data berupa interview dan angket.

3.5 Teknik Pengolahan Data

Teknik pengolahan data pada penelitian ini adalah data analisis, langkahnya yaitu reduksi data atau penyerdehanan data, display data penyajian data berupa table, gambaran data berdasarkan fakta, dan penarikan kesimpulan.








BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada 22 siswa tentang pengaruh sarapan pagi terhadap kualitas belajar siswa, bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

 


Dari keterangan gambar diatas disimpulkan bahwa semua siswa tersebut menyadari betapa pentingnya sarapan pagi sebelum berangkat kesekolah. Selanjutnya, mereka sepakat jika sarapan pagi sangat berpengaruh pada konsentrasi belajar dikelas. Hal ini dibuktikan dari hasil angket pada kolom berikutnya mengenai “jika tidak sarapan pagi, apa yang kalian rasakan disekolah?” maka semua siswa setuju mengenai pilihan jawaban yang telah disediakan yaitu mereka akan merasa letih, lesu, susah konsentrasi dan merasakan kantuk jika tidak sarapan. Tentu ini dalam hal yang bisa menjadi pedoman seluruh siswa untuk selalu sarapan sebelum berangkat kesekolah.  

Peneliti juga mencoba melakukan interview lisan kepada pihak kesehatan puskesmas Nanti Agung dan guru SMPN 5 Kepahiang tentang manfaat sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Peneliti melakukan interview lisan kepada Ibu Veronika, S. Kep sebagai pihak dari Puskesmas Nanti Agung. Dari hasil interview, ibu Veronika menyebutkan bahwa sarapan pagi makan dan minum yang dilakukan dari bangun pagi sampai jam 9, salah satunya untuk memenuhi gizi pada anak, minimal 15-30% kebutuhan gizzinya. Siswa juga harus sarapan sebelum berangkat kesekolah karena jika tidak mereka akan terlihat lesu dan tidak konsentrasi saat belajar.  Gizi yang diperlukan oleh siswa harus seimbang, yaitu 4 sehat lima sempurna, seperti makanan yang mengandung protein hewani dan nabati, buah buahan serta air minum.minimal 8 gelas dalam sehari. Untuk strategi agar siswa semangat sarapan pagi , orang tua dirumah harus menyajikan sarapan yang bervariasi setiap harinya.”


Selain peran dari kesehatan, peneliti juga melakukan interview lisan kepada guru di SMPN 5 Kepahiang yang secara langsung mengajar kelas 8 yang menjadi sampel penelitian. Ibu Aam Susanti S.Pd menyebutkan sarapan sangat penting dilakukan dipagi hari, sepengatahuan saya sarapan itu makan makanan yang sehat agar bisa beraktivitas. Sarapan sangat penting karena masih ada beberapa siswa tidak sarapan dan mereka ikut kegiatan upacara, maka mereka harus menghentikan upacara, dan berpengaruh pada kualitas belajar siswa, jika tidak sarapan aktivitas akan terganggu bisa mengantuk, lapar, saya juga mengarahkan siswa yang ketahuan tidak sarapan, agar pada hari berikutnya supaya sarapan.


Dari hasil kedua interview, peneliti menyimpulkan sarapan pagi adalah kegiatan makan dan minum dipagi hari yang wajib dilakukan oleh siswa sebelum berangkat kesekolah, dan makanan pagi harus memiliki gizi yang seimbang yaitu 4 sehat 5 sempurna. Jika dihubungkan dengan hasil angket kepada siswa tentang pengaruh sarapan pagi terhadap kualitas belajar siswa  maka peneliti menyimpulkan bahwa fakta dilapangan baik pihak siswa, guru, dan kesehatan sarapan pagi benar berpengaruh pada kualitas belajar siswa disekolah. Jika siswa tidak sarapan pagi maka mereka akan mengalami letih, lesu, tidak konsentrasi, dan mengantuk dikelas. Maka hasil belajar siswa tidak akan bisa maksimal, karena berpengaruh saat mengerjakan soal, memperhatikan penjelasan guru didepan kelas dan melakukan kegiatan lainnya disekolah.


BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Sarapan pagi merupakan salah satu aktivitas penting yang tidak boleh dilewatkan, terutama bagi siswa. Sarapan pagi memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan dan kebugaran siswa, baik secara fisik maupun mental. 

4.2 Saran.

Guru dan orang tua seharusnya bisa berkolaborasi agar siswa selalu sarapan sebelum berangkat kesekolah











DAFTAR PUSTAKA



Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2012). Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Kencana 

Prenada Media Grup. Almatsier, S. (2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Annas, M. (2011). Makan Pagi terhadap Prestasi Belajar, Media Ilmu Keolahragaan Indonesia,1. Aprilia, W. H., & Trias, M. (2013). Hubungan makan pagi dan tingkat konsumsi zat gizi dengan daya konsentrasi siswa sekolah dasar, Jurnal Kesehatan Masyarakat

Febritta, et al., (2012). Kebiasaan dan Kualitas Sarapan pada Siswi Remaja di Kabupaten Bogor, Jurnal Gizi dan Pangan.

https://ameera.republika.co.id/berita/rkf486380/penuhi-nutrisi-anak-lewat-gerakan-sarapan-keliling

Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 2012

Sarwono (2007) Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Smp Melalui Pembelajaran Dalam Kelompok Kecil Dengan Strategi Mastery Learning, Bandung. S.Ps. UPI

UU No 2 tahun 1989 tentang Pendidikan








Makalah Ilmiah


PENGARUH SARAPAN PAGI TERHADAP KUALITAS BELAJAR SISWA DISEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI

Disusun oleh

Julianto, S.Pd , M.Pd

Email : misterjoelianto@yahoo.com  


BAB 1

PENDAHULUAN.

1. Latar Belakang



Sarapan pagi merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan bagi setiap orang, terutama para pelajar yang harus melakukan banyak kegiatan belajar disekolah. Untuk melakukan aktivitas , tubuh membutuhkan energy. Energi tersebut didapatkan dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari hari dan kita juga perlu mengembalikan energi sesudah melakukan aktivitas, misalnya dengan makan, minum dan beristirahat. Alasan peneliti mengambil tema tentang pengaruh sarapan pagi terhadap kualitas siswa adalah : 

1. Sarapan pagi menyediakan energi untuk memulai hari. Setelah tidur malam, tubuh kita membutuhkan energi untuk memulai aktivitas sehari-hari. Energi tersebut dapat diperoleh dari makanan yang kita konsumsi saat sarapan.

2. Sarapan pagi meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Saat kita tidak sarapan, kadar gula darah dalam tubuh akan menurun. Hal ini dapat menyebabkan kita merasa lelah, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi. Sarapan pagi yang sehat dapat membantu meningkatkan kadar gula darah dan memperbaiki konsentrasi dan daya ingat.

3. Sarapan pagi menjaga kesehatan pencernaan. Sarapan pagi dapat membantu mengaktifkan sistem pencernaan setelah tidur malam. Hal ini dapat membantu mencegah berbagai masalah pencernaan, seperti sembelit dan gastritis.

4. Sarapan pagi meningkatkan metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh adalah proses pembakaran makanan untuk menghasilkan energi. Sarapan pagi dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga kita dapat membakar lebih banyak kalori sepanjang hari.

5. Sarapan pagi membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Sarapan pagi yang sehat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak-anak dan remaja. Sarapan pagi yang sehat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak dan remaja untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dikutip dari ahli Gizi UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., M.P.H., RD., menjelaskan sarapan masih belum menjadi kebiasaan di Indonesia, khususnya di kalangan anak-anak. “Hampir separuh anak-anak di Indonesia belum menjadikan sarapan sebagai suatu kebiasaan dengan berbagai alasan seperti keburu berangkat sekolah atau tidak sempat menyiapkan sarapan karena ibunya keburu berangkat kerja,” tuturnya, Sabtu (19/2).

Data Survei Diet Total (SDT) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI tahun 2020 menunjukkan dari 25.000 anak usia 6-12 tahun di 34 provinsi terdapat  47,7 persen anak belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan. Bahkan, 66,8 persen anak sarapan dengan kualitas gizi rendah atau belum terpenuhi kebutuhan gizinya terutama asupan vitamin dan mineral.

Ia menjelaskan anak usia sekolah membutuhkan 1.550 kalori per hari mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta mineral. Sementara itu, kebutuhan kalori saat sarapan tidaklah besar sekitar 300 kalori. Namun, sebagian besar anak Indonesia gagal memenuhi kebutuhan kalori saat sarapan karena asupan gizi yang tidak seimbang.

Apabila kebutuhan kalori saat sarapan tidak terpenuhi akan berdampak pada fungsi otak  dalam memori pelajaran di sekolah. Anak yang tidak memiliki kebiasaan sarapan akan kurang bisa berkonsentrasi saat belajar arena otaknya tidak mendapatkan cukup energi. Selain itu, memengaruhi pertumbuhan dan status gizi anak.

Oleh sebab itu, Mirza menekankan edukasi sarapan menjadi penting. Penyediaan sarapan bagi anak dilakukan dengan menganut gizi seimbang. “Pilih yang mudah disiapkan, namun tetap memenuhi prinsip gizi seimbang. Contoh menu sederhana seperti nasi atau roti ditambah telor, buah dan susu ini sudah cukup memenuhi kebutuhan kalori,” terangnya.

Dari penjelasan diatas, betapa pentingnya sarapan pagi bagi pelajar, oleh karena itu penyusun tertarik untuk menyusun sebuah penelitian tentang pengaruh sarapan pagi terhadap kualitas belajar siswa disekolah.




1.1 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan sarapan pagi?

2. Bagaimana pentingnya sarapan pagi bagi siswa?

3. Apa yang membuat siswa tidak sarapan pagi?

4. Apakah siswa SMPN 5 Kepahiang melakukan sarapan sebelum berangkat kesekolah?

5. Kandungan gizi apa saja yang dibutuhkan siswa agar mampu melaksanakan kegiatan disekolah?

6. Apa peran dan strategi guru terhadap siswa agar mereka selalu sarapan pagi?



1.2 Tujuan.


1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan sarapan pagi

2. Menjelaskan bagaimana pentingnya sarapan pagi bagi siswa

3. Menjelaskan apa yang membuat siswa tidak sarapan pagi

4. Menjelaskan apakah siswa SMPN 5 Kepahiang melakukan sarapan sebelum berangkat kesekolah?

5. Menjelaskan kandungan gizi apa saja yang dibutuhkan siswa agar mampu melaksanakan kegiatan disekolah

6. Menjelaskan peran dan strategi guru terhadap siswa agar mereka selalu sarapan pagi


BAB II

LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian Sarapan Pagi

 

  Sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi sampai jam 9 untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian (15-30% kebutuhan gizi) dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Sebaliknya, sarapan membekali tubuh dengan zat gizi yang diperlukan untuk berpikir, bekerja, dan melakukan aktivitas fisik secara optimal setelah bangun pagi.Bagi anak sekolah, sarapan yang cukup terbukti dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina. 


           Membiasakan sarapan juga berarti membiasakan disiplin bangun pagi dan beraktifitas pagi dan tercegah dari makan berlebihan dikala makan kudapan atau makan siang. Karena itu sarapan merupakan salah satu perilaku penting dalam mewujudkan gizi seimbang.Pekan Sarapan nasional (PESAN) yang diperingati setiap tanggal 14-20 Februari diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum berkala setiap tahun untuk selalu mengingatkan dan mendorong masyarakat agar melakukan sarapan yang sehat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Gizi Seimbang.


            Sarapan sehat setiap pagi dapat diwujudkan dengan bangun pagi, mempersiapkan dan mengonsumsi makanan dan minuman pagi sebelum melakukan aktifitas harian. Sarapan yang baik terdiri dari pangan karbohidrat,  pangan lauk-pauk, sayuran atau buah-buahan dan minuman. Bagi orang yang tidak biasa makan kudapan pagi dan kudapan siang, porsi makanan saat sarapan sekitar sepertiga dari total makanan sehari. Bagi orang yang biasa makan kudapan pagi dan makanan kudapan siang, jumlah porsi makanan sarapan sebaiknya seperempat dari makanan harian.

2.2 Manfaat sarapan pagi


2.2.1 Memberi Nutrisi yang Dibutuhkan Tubuh


Jika terlalu sering melewatkan sarapan, vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh tidak akan terpenuhi dengan baik. Jadi begini, ketika seseorang terbiasa sarapan, mereka cenderung memiliki pola makan sehat secara keseluruhan. Nah, jika hal tersebut rutin dilakukan setiap hari, sarapan dapat memberikan asupan nutrisi yang cukup untuk tubuh. Berkaitan dengan hal tersebut, sebaiknya kamu memang tidak mengonsumsi kudapan yang berat di pagi hari. Untuk memperoleh manfaat sarapan, sebaiknya kamu mengonsumsi sereal gandum utuh, buah-buahan, sayuran, daging tanpa lemak, telur rebus, ayam, susu rendah lemak atau keju. Jangan lupa untuk mengkombinasikan kudapanmu dengan karbohidrat kompleks, protein, serat, serta sedikit lemak, agar kamu merasa kenyang lebih lama.


2.2.2 Melindungi Tubuh dari Serangan Penyakit

Seseorang yang terbiasa melewatkan sarapan akan memiliki kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam tubuh, daripada mereka yang mengonsumsi seporsi sereal gandum utuh atau biji-bijian dengan campuran susu. Mengapa? Pasalnya, serat pada makanan tersebut bertugas untuk mengikat kolesterol jahat agar cepat dibuang ke luar tubuh sebelum mencapai arteri. Asupan serat tinggi saat sarapan baik dikonsumsi karena dipercaya dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung. Selain itu, saparan mampu menyeimbangkan kadar gula darah dan mencegah resistensi insulin. Dengan kata lain, rutin sarapan akan menjauhkanmu dari penyakit berbahaya, seperti diabetes.


2.2.3 Meningkatkan Kemampuan Kognitif Otak

Meningkatkan konsentrasi otak merupakan salah satu manfaat sarapan yang dapat dirasakan. Sarapan pagi merupakan asupan pertama setelah tubuh berpuasa semalaman. Saat sarapan, otak kembali mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, dalam bentuk glukosa dan glikogen. Kemudian, otak akan mendapatkan sinyal jika tubuh telah siap melakukan aktivitas hari ini. Jika kebutuhan glukosa tidak terpenuhi, kamu akan merasa sulit untuk berkonsentrasi, dan merasa cepat lelah. 


2.2.4 Menjaga dan Menurunkan Bobot Tubuh

Jangan melewatkan sarapan hanya karena takut berat badan bertambah, ya! Pasalnya, alih-alih menambah berat badan, sarapan justru akan menjaga berat badanmu agar tetap ideal. Logikanya, jika kamu sudah sarapan di pagi hari, saat menjelang siang, kamu tidak akan kalap untuk makan. Hal tersebut dipercaya dapat membantu program diet seseorang. Jika kamu ingin mendiskusikan mengenai sarapan pagi yang baik untuk tubuhmu atau ingin berdiskusi dengan dokter tentang manfaat sarapan, kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc. Jangan terlalu sering melewatkannya, karena begitu banyak manfaat sarapan yang dapat diambil guna menjaga kesehatan tubuh.

2.3 Pengertian siswa


Menurut Naqawi menyebutkan bahwa kata murid berasal dari bahasa Arab, yang artinya orang yang menginginkan (the willer). Menurut Nata, kata murid diartikan sebagai orang yang menghendaki untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kepribadian yang baik sebagai bekal hidupnya agar bahagia dunia dan akhirat dengan jalan belajar sungguh-sungguh. Disamping kata murid dijumpai istilah lain yang sering digunakan dalam bahasa arab, yaitu tilmidz yang berarti murid atau pelajar, jamaknya talamidz (dalam Aly, 2008). 

Arifin (2000) menyebut murid sebagai manusia didik yang sedang berada dalam proses perkembangan atau pertumbuhan menurut fitrah masing-masing yang memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titik optimal yakni kemampuan fitrahnya. Menurut Sarwono (2007) siswa merupakan orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran didunia pendidikan. Mengacu dari beberapa istilah siswa, siswa diartikan sebagai orang yang berada dalam taraf pendidikan, yang dalam beberapa literatur murid juga disebut sebagai anak didik. Sedangkan dalam Undang-undang Pendidikan No. 2 Tahun 1989, siswa disebut peserta didik. Dalam hal ini siswa dianggap sebagai seseorang peserta didik yang mana nilai kemanusiaan sebagai individu, makhluk sosial yang mempunyai identitas merah harus dikembangkan untuk mencapai tingkatan optimal (Muhaimin dkk, 2005).


2.4 Aktivitas belajar


Aktivitas belajar adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan sedemikian rupa agar menciptakan peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan gagasan. Martimis Yamin menjelaskan bahwa aktivitas belajar adalah suatu usaha siswa dalam proses pembelajaran untuk membangun pengetahuan dalam dirinya. Dalam proses pembelajaran terjadilah perubahan dan peningkatan mutu kemampuannya seperti berani bertanya, mengeluarkan pendapat, mendengarkan penjelasan guru dengan baik, dan mengerjakan tugas tepat waktu.

Aktivitas belajar merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar. Dengan kata lain, tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas, karena pada perinsipnya belajar adalah berbuat. Berbuat untuk mengubah tingkah laku yaitu melakukan kegiatan.


Ketika siswa belajar dengan aktif, berarti siswa yang mendominasi aktivitas pembelajaran, dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi, memecahkan persoalan, atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam persoalan yang ada dalam kehidupan nyata, dengan belajar aktif ini, siswa diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran tidak lanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik. Berdasarkan pendapat sebelumnya, dapat dikatakan bahwa aktivitas belajar siswa adalah kegiatan siswa yang lebih mendominasi aktivitas pembelajaran ketika proses pembelajaran berlangsung. Dengan ini mereka secara aktif selalu berusaha meningkatkan mutu kemampuannya, seperti berani bertanya, mengeluarkan pendapat, mendengarkan penjelasan guru dengan baik, dan mengerjakan tugas dengan tepat waktu

2.5 Manfaat Sarapan Pagi

Manfaat Sarapan Pagi Secara Mental. Secara mental, sarapan pagi dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

Meningkatkan suasana hati

Membantu mengurangi stres

Meningkatkan motivasi belajar

Meningkatkan performa akademik

Tips Menyajikan Sarapan Pagi yang Sehat Untuk mendapatkan manfaat sarapan pagi yang optimal, sebaiknya pilihlah menu sarapan yang sehat dan bergizi. Berikut adalah beberapa tips menyajikan sarapan pagi yang sehat:

Pastikan menu sarapan mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Hindari konsumsi makanan manis dan berlemak yang berlebihan.

Perbanyak konsumsi buah dan sayur.

Berikut adalah beberapa contoh menu sarapan pagi yang sehat:

Nasi uduk dengan telur orak-arik dan tempe

Roti gandum dengan selai kacang dan buah

Oatmeal dengan buah dan kacang-kacangan

Telur rebus dengan roti bakar

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis kualitatif.

3.2  Populasi

Populasi yang digunakan oleh peneliti yaitu siswa SMPN 5 Kepahiang. 

3.3. Sample 

Sampel yang digunakan adalah siswa kelas 8 berjumlah 22 orang.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

 Teknik pengumpulan data berupa interview dan angket.

3.5 Teknik Pengolahan Data

Teknik pengolahan data pada penelitian ini adalah data analisis, langkahnya yaitu reduksi data atau penyerdehanan data, display data penyajian data berupa table, gambaran data berdasarkan fakta, dan penarikan kesimpulan.








BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada 22 siswa tentang pengaruh sarapan pagi terhadap kualitas belajar siswa, bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

 


Dari keterangan gambar diatas disimpulkan bahwa semua siswa tersebut menyadari betapa pentingnya sarapan pagi sebelum berangkat kesekolah. Selanjutnya, mereka sepakat jika sarapan pagi sangat berpengaruh pada konsentrasi belajar dikelas. Hal ini dibuktikan dari hasil angket pada kolom berikutnya mengenai “jika tidak sarapan pagi, apa yang kalian rasakan disekolah?” maka semua siswa setuju mengenai pilihan jawaban yang telah disediakan yaitu mereka akan merasa letih, lesu, susah konsentrasi dan merasakan kantuk jika tidak sarapan. Tentu ini dalam hal yang bisa menjadi pedoman seluruh siswa untuk selalu sarapan sebelum berangkat kesekolah.  

Peneliti juga mencoba melakukan interview lisan kepada pihak kesehatan puskesmas Nanti Agung dan guru SMPN 5 Kepahiang tentang manfaat sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Peneliti melakukan interview lisan kepada Ibu Veronika, S. Kep sebagai pihak dari Puskesmas Nanti Agung. Dari hasil interview, ibu Veronika menyebutkan bahwa sarapan pagi makan dan minum yang dilakukan dari bangun pagi sampai jam 9, salah satunya untuk memenuhi gizi pada anak, minimal 15-30% kebutuhan gizzinya. Siswa juga harus sarapan sebelum berangkat kesekolah karena jika tidak mereka akan terlihat lesu dan tidak konsentrasi saat belajar.  Gizi yang diperlukan oleh siswa harus seimbang, yaitu 4 sehat lima sempurna, seperti makanan yang mengandung protein hewani dan nabati, buah buahan serta air minum.minimal 8 gelas dalam sehari. Untuk strategi agar siswa semangat sarapan pagi , orang tua dirumah harus menyajikan sarapan yang bervariasi setiap harinya.”


Selain peran dari kesehatan, peneliti juga melakukan interview lisan kepada guru di SMPN 5 Kepahiang yang secara langsung mengajar kelas 8 yang menjadi sampel penelitian. Ibu Aam Susanti S.Pd menyebutkan sarapan sangat penting dilakukan dipagi hari, sepengatahuan saya sarapan itu makan makanan yang sehat agar bisa beraktivitas. Sarapan sangat penting karena masih ada beberapa siswa tidak sarapan dan mereka ikut kegiatan upacara, maka mereka harus menghentikan upacara, dan berpengaruh pada kualitas belajar siswa, jika tidak sarapan aktivitas akan terganggu bisa mengantuk, lapar, saya juga mengarahkan siswa yang ketahuan tidak sarapan, agar pada hari berikutnya supaya sarapan.


Dari hasil kedua interview, peneliti menyimpulkan sarapan pagi adalah kegiatan makan dan minum dipagi hari yang wajib dilakukan oleh siswa sebelum berangkat kesekolah, dan makanan pagi harus memiliki gizi yang seimbang yaitu 4 sehat 5 sempurna. Jika dihubungkan dengan hasil angket kepada siswa tentang pengaruh sarapan pagi terhadap kualitas belajar siswa  maka peneliti menyimpulkan bahwa fakta dilapangan baik pihak siswa, guru, dan kesehatan sarapan pagi benar berpengaruh pada kualitas belajar siswa disekolah. Jika siswa tidak sarapan pagi maka mereka akan mengalami letih, lesu, tidak konsentrasi, dan mengantuk dikelas. Maka hasil belajar siswa tidak akan bisa maksimal, karena berpengaruh saat mengerjakan soal, memperhatikan penjelasan guru didepan kelas dan melakukan kegiatan lainnya disekolah.


BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Sarapan pagi merupakan salah satu aktivitas penting yang tidak boleh dilewatkan, terutama bagi siswa. Sarapan pagi memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan dan kebugaran siswa, baik secara fisik maupun mental. 

4.2 Saran.

Guru dan orang tua seharusnya bisa berkolaborasi agar siswa selalu sarapan sebelum berangkat kesekolah











DAFTAR PUSTAKA



Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2012). Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Kencana 

Prenada Media Grup. Almatsier, S. (2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Annas, M. (2011). Makan Pagi terhadap Prestasi Belajar, Media Ilmu Keolahragaan Indonesia,1. Aprilia, W. H., & Trias, M. (2013). Hubungan makan pagi dan tingkat konsumsi zat gizi dengan daya konsentrasi siswa sekolah dasar, Jurnal Kesehatan Masyarakat

Febritta, et al., (2012). Kebiasaan dan Kualitas Sarapan pada Siswi Remaja di Kabupaten Bogor, Jurnal Gizi dan Pangan.

https://ameera.republika.co.id/berita/rkf486380/penuhi-nutrisi-anak-lewat-gerakan-sarapan-keliling

Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 2012

Sarwono (2007) Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Smp Melalui Pembelajaran Dalam Kelompok Kecil Dengan Strategi Mastery Learning, Bandung. S.Ps. UPI

UU No 2 tahun 1989 tentang Pendidikan










Makalah Ilmiah


PENGARUH SARAPAN PAGI TERHADAP KUALITAS BELAJAR SISWA DISEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI

Disusun oleh

Julianto, S.Pd , M.Pd

Email : misterjoelianto@yahoo.com  


BAB 1

PENDAHULUAN.

1. Latar Belakang



Sarapan pagi merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan bagi setiap orang, terutama para pelajar yang harus melakukan banyak kegiatan belajar disekolah. Untuk melakukan aktivitas , tubuh membutuhkan energy. Energi tersebut didapatkan dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari hari dan kita juga perlu mengembalikan energi sesudah melakukan aktivitas, misalnya dengan makan, minum dan beristirahat. Alasan peneliti mengambil tema tentang pengaruh sarapan pagi terhadap kualitas siswa adalah : 

1. Sarapan pagi menyediakan energi untuk memulai hari. Setelah tidur malam, tubuh kita membutuhkan energi untuk memulai aktivitas sehari-hari. Energi tersebut dapat diperoleh dari makanan yang kita konsumsi saat sarapan.

2. Sarapan pagi meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Saat kita tidak sarapan, kadar gula darah dalam tubuh akan menurun. Hal ini dapat menyebabkan kita merasa lelah, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi. Sarapan pagi yang sehat dapat membantu meningkatkan kadar gula darah dan memperbaiki konsentrasi dan daya ingat.

3. Sarapan pagi menjaga kesehatan pencernaan. Sarapan pagi dapat membantu mengaktifkan sistem pencernaan setelah tidur malam. Hal ini dapat membantu mencegah berbagai masalah pencernaan, seperti sembelit dan gastritis.

4. Sarapan pagi meningkatkan metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh adalah proses pembakaran makanan untuk menghasilkan energi. Sarapan pagi dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga kita dapat membakar lebih banyak kalori sepanjang hari.

5. Sarapan pagi membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Sarapan pagi yang sehat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak-anak dan remaja. Sarapan pagi yang sehat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak dan remaja untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dikutip dari ahli Gizi UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., M.P.H., RD., menjelaskan sarapan masih belum menjadi kebiasaan di Indonesia, khususnya di kalangan anak-anak. “Hampir separuh anak-anak di Indonesia belum menjadikan sarapan sebagai suatu kebiasaan dengan berbagai alasan seperti keburu berangkat sekolah atau tidak sempat menyiapkan sarapan karena ibunya keburu berangkat kerja,” tuturnya, Sabtu (19/2).

Data Survei Diet Total (SDT) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI tahun 2020 menunjukkan dari 25.000 anak usia 6-12 tahun di 34 provinsi terdapat  47,7 persen anak belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan. Bahkan, 66,8 persen anak sarapan dengan kualitas gizi rendah atau belum terpenuhi kebutuhan gizinya terutama asupan vitamin dan mineral.

Ia menjelaskan anak usia sekolah membutuhkan 1.550 kalori per hari mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta mineral. Sementara itu, kebutuhan kalori saat sarapan tidaklah besar sekitar 300 kalori. Namun, sebagian besar anak Indonesia gagal memenuhi kebutuhan kalori saat sarapan karena asupan gizi yang tidak seimbang.

Apabila kebutuhan kalori saat sarapan tidak terpenuhi akan berdampak pada fungsi otak  dalam memori pelajaran di sekolah. Anak yang tidak memiliki kebiasaan sarapan akan kurang bisa berkonsentrasi saat belajar arena otaknya tidak mendapatkan cukup energi. Selain itu, memengaruhi pertumbuhan dan status gizi anak.

Oleh sebab itu, Mirza menekankan edukasi sarapan menjadi penting. Penyediaan sarapan bagi anak dilakukan dengan menganut gizi seimbang. “Pilih yang mudah disiapkan, namun tetap memenuhi prinsip gizi seimbang. Contoh menu sederhana seperti nasi atau roti ditambah telor, buah dan susu ini sudah cukup memenuhi kebutuhan kalori,” terangnya.

Dari penjelasan diatas, betapa pentingnya sarapan pagi bagi pelajar, oleh karena itu penyusun tertarik untuk menyusun sebuah penelitian tentang pengaruh sarapan pagi terhadap kualitas belajar siswa disekolah.




1.1 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan sarapan pagi?

2. Bagaimana pentingnya sarapan pagi bagi siswa?

3. Apa yang membuat siswa tidak sarapan pagi?

4. Apakah siswa SMPN 5 Kepahiang melakukan sarapan sebelum berangkat kesekolah?

5. Kandungan gizi apa saja yang dibutuhkan siswa agar mampu melaksanakan kegiatan disekolah?

6. Apa peran dan strategi guru terhadap siswa agar mereka selalu sarapan pagi?



1.2 Tujuan.


1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan sarapan pagi

2. Menjelaskan bagaimana pentingnya sarapan pagi bagi siswa

3. Menjelaskan apa yang membuat siswa tidak sarapan pagi

4. Menjelaskan apakah siswa SMPN 5 Kepahiang melakukan sarapan sebelum berangkat kesekolah?

5. Menjelaskan kandungan gizi apa saja yang dibutuhkan siswa agar mampu melaksanakan kegiatan disekolah

6. Menjelaskan peran dan strategi guru terhadap siswa agar mereka selalu sarapan pagi


BAB II

LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian Sarapan Pagi

 

  Sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi sampai jam 9 untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian (15-30% kebutuhan gizi) dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Sebaliknya, sarapan membekali tubuh dengan zat gizi yang diperlukan untuk berpikir, bekerja, dan melakukan aktivitas fisik secara optimal setelah bangun pagi.Bagi anak sekolah, sarapan yang cukup terbukti dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina. 


           Membiasakan sarapan juga berarti membiasakan disiplin bangun pagi dan beraktifitas pagi dan tercegah dari makan berlebihan dikala makan kudapan atau makan siang. Karena itu sarapan merupakan salah satu perilaku penting dalam mewujudkan gizi seimbang.Pekan Sarapan nasional (PESAN) yang diperingati setiap tanggal 14-20 Februari diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum berkala setiap tahun untuk selalu mengingatkan dan mendorong masyarakat agar melakukan sarapan yang sehat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Gizi Seimbang.


            Sarapan sehat setiap pagi dapat diwujudkan dengan bangun pagi, mempersiapkan dan mengonsumsi makanan dan minuman pagi sebelum melakukan aktifitas harian. Sarapan yang baik terdiri dari pangan karbohidrat,  pangan lauk-pauk, sayuran atau buah-buahan dan minuman. Bagi orang yang tidak biasa makan kudapan pagi dan kudapan siang, porsi makanan saat sarapan sekitar sepertiga dari total makanan sehari. Bagi orang yang biasa makan kudapan pagi dan makanan kudapan siang, jumlah porsi makanan sarapan sebaiknya seperempat dari makanan harian.

2.2 Manfaat sarapan pagi


2.2.1 Memberi Nutrisi yang Dibutuhkan Tubuh


Jika terlalu sering melewatkan sarapan, vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh tidak akan terpenuhi dengan baik. Jadi begini, ketika seseorang terbiasa sarapan, mereka cenderung memiliki pola makan sehat secara keseluruhan. Nah, jika hal tersebut rutin dilakukan setiap hari, sarapan dapat memberikan asupan nutrisi yang cukup untuk tubuh. Berkaitan dengan hal tersebut, sebaiknya kamu memang tidak mengonsumsi kudapan yang berat di pagi hari. Untuk memperoleh manfaat sarapan, sebaiknya kamu mengonsumsi sereal gandum utuh, buah-buahan, sayuran, daging tanpa lemak, telur rebus, ayam, susu rendah lemak atau keju. Jangan lupa untuk mengkombinasikan kudapanmu dengan karbohidrat kompleks, protein, serat, serta sedikit lemak, agar kamu merasa kenyang lebih lama.


2.2.2 Melindungi Tubuh dari Serangan Penyakit

Seseorang yang terbiasa melewatkan sarapan akan memiliki kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam tubuh, daripada mereka yang mengonsumsi seporsi sereal gandum utuh atau biji-bijian dengan campuran susu. Mengapa? Pasalnya, serat pada makanan tersebut bertugas untuk mengikat kolesterol jahat agar cepat dibuang ke luar tubuh sebelum mencapai arteri. Asupan serat tinggi saat sarapan baik dikonsumsi karena dipercaya dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung. Selain itu, saparan mampu menyeimbangkan kadar gula darah dan mencegah resistensi insulin. Dengan kata lain, rutin sarapan akan menjauhkanmu dari penyakit berbahaya, seperti diabetes.


2.2.3 Meningkatkan Kemampuan Kognitif Otak

Meningkatkan konsentrasi otak merupakan salah satu manfaat sarapan yang dapat dirasakan. Sarapan pagi merupakan asupan pertama setelah tubuh berpuasa semalaman. Saat sarapan, otak kembali mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, dalam bentuk glukosa dan glikogen. Kemudian, otak akan mendapatkan sinyal jika tubuh telah siap melakukan aktivitas hari ini. Jika kebutuhan glukosa tidak terpenuhi, kamu akan merasa sulit untuk berkonsentrasi, dan merasa cepat lelah. 


2.2.4 Menjaga dan Menurunkan Bobot Tubuh

Jangan melewatkan sarapan hanya karena takut berat badan bertambah, ya! Pasalnya, alih-alih menambah berat badan, sarapan justru akan menjaga berat badanmu agar tetap ideal. Logikanya, jika kamu sudah sarapan di pagi hari, saat menjelang siang, kamu tidak akan kalap untuk makan. Hal tersebut dipercaya dapat membantu program diet seseorang. Jika kamu ingin mendiskusikan mengenai sarapan pagi yang baik untuk tubuhmu atau ingin berdiskusi dengan dokter tentang manfaat sarapan, kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc. Jangan terlalu sering melewatkannya, karena begitu banyak manfaat sarapan yang dapat diambil guna menjaga kesehatan tubuh.

2.3 Pengertian siswa


Menurut Naqawi menyebutkan bahwa kata murid berasal dari bahasa Arab, yang artinya orang yang menginginkan (the willer). Menurut Nata, kata murid diartikan sebagai orang yang menghendaki untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kepribadian yang baik sebagai bekal hidupnya agar bahagia dunia dan akhirat dengan jalan belajar sungguh-sungguh. Disamping kata murid dijumpai istilah lain yang sering digunakan dalam bahasa arab, yaitu tilmidz yang berarti murid atau pelajar, jamaknya talamidz (dalam Aly, 2008). 

Arifin (2000) menyebut murid sebagai manusia didik yang sedang berada dalam proses perkembangan atau pertumbuhan menurut fitrah masing-masing yang memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titik optimal yakni kemampuan fitrahnya. Menurut Sarwono (2007) siswa merupakan orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran didunia pendidikan. Mengacu dari beberapa istilah siswa, siswa diartikan sebagai orang yang berada dalam taraf pendidikan, yang dalam beberapa literatur murid juga disebut sebagai anak didik. Sedangkan dalam Undang-undang Pendidikan No. 2 Tahun 1989, siswa disebut peserta didik. Dalam hal ini siswa dianggap sebagai seseorang peserta didik yang mana nilai kemanusiaan sebagai individu, makhluk sosial yang mempunyai identitas merah harus dikembangkan untuk mencapai tingkatan optimal (Muhaimin dkk, 2005).


2.4 Aktivitas belajar


Aktivitas belajar adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan sedemikian rupa agar menciptakan peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan gagasan. Martimis Yamin menjelaskan bahwa aktivitas belajar adalah suatu usaha siswa dalam proses pembelajaran untuk membangun pengetahuan dalam dirinya. Dalam proses pembelajaran terjadilah perubahan dan peningkatan mutu kemampuannya seperti berani bertanya, mengeluarkan pendapat, mendengarkan penjelasan guru dengan baik, dan mengerjakan tugas tepat waktu.

Aktivitas belajar merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar. Dengan kata lain, tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas, karena pada perinsipnya belajar adalah berbuat. Berbuat untuk mengubah tingkah laku yaitu melakukan kegiatan.


Ketika siswa belajar dengan aktif, berarti siswa yang mendominasi aktivitas pembelajaran, dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi, memecahkan persoalan, atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam persoalan yang ada dalam kehidupan nyata, dengan belajar aktif ini, siswa diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran tidak lanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik. Berdasarkan pendapat sebelumnya, dapat dikatakan bahwa aktivitas belajar siswa adalah kegiatan siswa yang lebih mendominasi aktivitas pembelajaran ketika proses pembelajaran berlangsung. Dengan ini mereka secara aktif selalu berusaha meningkatkan mutu kemampuannya, seperti berani bertanya, mengeluarkan pendapat, mendengarkan penjelasan guru dengan baik, dan mengerjakan tugas dengan tepat waktu

2.5 Manfaat Sarapan Pagi

Manfaat Sarapan Pagi Secara Mental. Secara mental, sarapan pagi dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

Meningkatkan suasana hati

Membantu mengurangi stres

Meningkatkan motivasi belajar

Meningkatkan performa akademik

Tips Menyajikan Sarapan Pagi yang Sehat Untuk mendapatkan manfaat sarapan pagi yang optimal, sebaiknya pilihlah menu sarapan yang sehat dan bergizi. Berikut adalah beberapa tips menyajikan sarapan pagi yang sehat:

Pastikan menu sarapan mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Hindari konsumsi makanan manis dan berlemak yang berlebihan.

Perbanyak konsumsi buah dan sayur.

Berikut adalah beberapa contoh menu sarapan pagi yang sehat:

Nasi uduk dengan telur orak-arik dan tempe

Roti gandum dengan selai kacang dan buah

Oatmeal dengan buah dan kacang-kacangan

Telur rebus dengan roti bakar

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis kualitatif.

3.2  Populasi

Populasi yang digunakan oleh peneliti yaitu siswa SMPN 5 Kepahiang. 

3.3. Sample 

Sampel yang digunakan adalah siswa kelas 8 berjumlah 22 orang.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

 Teknik pengumpulan data berupa interview dan angket.

3.5 Teknik Pengolahan Data

Teknik pengolahan data pada penelitian ini adalah data analisis, langkahnya yaitu reduksi data atau penyerdehanan data, display data penyajian data berupa table, gambaran data berdasarkan fakta, dan penarikan kesimpulan.








BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada 22 siswa tentang pengaruh sarapan pagi terhadap kualitas belajar siswa, bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

 


Dari keterangan gambar diatas disimpulkan bahwa semua siswa tersebut menyadari betapa pentingnya sarapan pagi sebelum berangkat kesekolah. Selanjutnya, mereka sepakat jika sarapan pagi sangat berpengaruh pada konsentrasi belajar dikelas. Hal ini dibuktikan dari hasil angket pada kolom berikutnya mengenai “jika tidak sarapan pagi, apa yang kalian rasakan disekolah?” maka semua siswa setuju mengenai pilihan jawaban yang telah disediakan yaitu mereka akan merasa letih, lesu, susah konsentrasi dan merasakan kantuk jika tidak sarapan. Tentu ini dalam hal yang bisa menjadi pedoman seluruh siswa untuk selalu sarapan sebelum berangkat kesekolah.  

Peneliti juga mencoba melakukan interview lisan kepada pihak kesehatan puskesmas Nanti Agung dan guru SMPN 5 Kepahiang tentang manfaat sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Peneliti melakukan interview lisan kepada Ibu Veronika, S. Kep sebagai pihak dari Puskesmas Nanti Agung. Dari hasil interview, ibu Veronika menyebutkan bahwa sarapan pagi makan dan minum yang dilakukan dari bangun pagi sampai jam 9, salah satunya untuk memenuhi gizi pada anak, minimal 15-30% kebutuhan gizzinya. Siswa juga harus sarapan sebelum berangkat kesekolah karena jika tidak mereka akan terlihat lesu dan tidak konsentrasi saat belajar.  Gizi yang diperlukan oleh siswa harus seimbang, yaitu 4 sehat lima sempurna, seperti makanan yang mengandung protein hewani dan nabati, buah buahan serta air minum.minimal 8 gelas dalam sehari. Untuk strategi agar siswa semangat sarapan pagi , orang tua dirumah harus menyajikan sarapan yang bervariasi setiap harinya.”


Selain peran dari kesehatan, peneliti juga melakukan interview lisan kepada guru di SMPN 5 Kepahiang yang secara langsung mengajar kelas 8 yang menjadi sampel penelitian. Ibu Aam Susanti S.Pd menyebutkan sarapan sangat penting dilakukan dipagi hari, sepengatahuan saya sarapan itu makan makanan yang sehat agar bisa beraktivitas. Sarapan sangat penting karena masih ada beberapa siswa tidak sarapan dan mereka ikut kegiatan upacara, maka mereka harus menghentikan upacara, dan berpengaruh pada kualitas belajar siswa, jika tidak sarapan aktivitas akan terganggu bisa mengantuk, lapar, saya juga mengarahkan siswa yang ketahuan tidak sarapan, agar pada hari berikutnya supaya sarapan.


Dari hasil kedua interview, peneliti menyimpulkan sarapan pagi adalah kegiatan makan dan minum dipagi hari yang wajib dilakukan oleh siswa sebelum berangkat kesekolah, dan makanan pagi harus memiliki gizi yang seimbang yaitu 4 sehat 5 sempurna. Jika dihubungkan dengan hasil angket kepada siswa tentang pengaruh sarapan pagi terhadap kualitas belajar siswa  maka peneliti menyimpulkan bahwa fakta dilapangan baik pihak siswa, guru, dan kesehatan sarapan pagi benar berpengaruh pada kualitas belajar siswa disekolah. Jika siswa tidak sarapan pagi maka mereka akan mengalami letih, lesu, tidak konsentrasi, dan mengantuk dikelas. Maka hasil belajar siswa tidak akan bisa maksimal, karena berpengaruh saat mengerjakan soal, memperhatikan penjelasan guru didepan kelas dan melakukan kegiatan lainnya disekolah.


BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Sarapan pagi merupakan salah satu aktivitas penting yang tidak boleh dilewatkan, terutama bagi siswa. Sarapan pagi memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan dan kebugaran siswa, baik secara fisik maupun mental. 

4.2 Saran.

Guru dan orang tua seharusnya bisa berkolaborasi agar siswa selalu sarapan sebelum berangkat kesekolah











DAFTAR PUSTAKA



Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2012). Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Kencana 

Prenada Media Grup. Almatsier, S. (2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Annas, M. (2011). Makan Pagi terhadap Prestasi Belajar, Media Ilmu Keolahragaan Indonesia,1. Aprilia, W. H., & Trias, M. (2013). Hubungan makan pagi dan tingkat konsumsi zat gizi dengan daya konsentrasi siswa sekolah dasar, Jurnal Kesehatan Masyarakat

Febritta, et al., (2012). Kebiasaan dan Kualitas Sarapan pada Siswi Remaja di Kabupaten Bogor, Jurnal Gizi dan Pangan.

https://ameera.republika.co.id/berita/rkf486380/penuhi-nutrisi-anak-lewat-gerakan-sarapan-keliling

Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 2012

Sarwono (2007) Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Smp Melalui Pembelajaran Dalam Kelompok Kecil Dengan Strategi Mastery Learning, Bandung. S.Ps. UPI

UU No 2 tahun 1989 tentang Pendidikan



























Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE EFFECT OF COOPERATIVE SCRIPT TECHNIQUE TOWARD STUDENTS’ READING COMPREHENSION (AN EXPERIMENTAL STUDY AT SMP N 05 KEPAHIANG, AT GRADE VIII)

COLLABORATIVE OF SUGGESTOPEDIA AND PEER TUTORING METHODE TO INVOLVE STUDENTS’ ACTIVENESS GRADE VIII IN TEACHING SPEAKING AT JUNIOR HIGH SCHOOL NUMBER 05 KEPAHIANG

Review tentang jurnal : A Pragmatic Study of Mitigating Strategies for Interpersonal Conflicts in Unequal Power Relations